Wednesday, February 20, 2013

LEMBAGA PASAR KEUANGAN




1.       Pasar Pertama ( Pasar Perdana )

Pasra primer ( primary market ),dimana saham dan obligasi pertama kali di jual di pasar bursa.

2.       Pasar Kedua

a.       Pasar Sekunder (secondary market),dimana saham dan obligasi tersebut kemudian dipedagangkan seperti : komoditi di pasar,  harganya tergantung permintaan dan penawaran.
b.       Perdagangan saham di pasar sekunder ini merupakan “ judi “  Bagi kaum kapitalis untuk memperoleh keuntungan. Barang siapa yang tidak ahli “ bermain “ atau “ judi “ saham jangan melibatkan diri dalam jual-beli saham di pasar sekunder.
c.        Pasar Ketiga
d.       (1)  Pasar Bebas Surat berharga (Over-the-Counter = OTC                 (2)  Pasar Bebas (OTC) surat berharga adalah istilah yang digunakan untuk semua kegiatan penjualan dan pembelian Surat berharga yang tidak terjadi di bursa saham,dimana penjual dan pembeli langsung berhubungan, atau menggunakan mediator di luar pasar bursa.
1.       Pasar Keempat
Pasar Keempat (fourth market) merupakan transfer langsung blok Saham antar lembaga – lembaga investasi tanpa melalui perantara.

3.       Surat Utang Internasional

Pasar utang internasional terdiri dari tiga unsur utama :
(1)     Obligasi luar negeri,yaitu surat utang yang di terbitkan di sebuah negara di luar negeri dan di beri nilai dalam mata uang negara tersebut,biasanya untuk investasi bagi pembelinya.
(2)     Eurobond, yaitu surat utang jangka panjang yang di terbitkan oleh negara – negara Uni Eropa, biasanya untuk investasi bagi pembelinya.
(3)     Surat Niaga Eropa (Euro – commercial paper), yaitu surat utang jangka pendek model yang di terbitkan oleh negara – negara uni eropa, biasanya untuk modal kerja untuk penerbitnya.

4.       Keputusan Mendaftar Atau Tidak Mendaftar Saham

Perusahaan yang akan Go – Public harus mendaftarkan terlebih dahulu di pasar buras. Untuk mendaftarkan sahamnya, perusahaan harus memenuhi syarat – syarat bursa yang menyangkut besarnya perusahaan, lamanya bisnis yang telah dilakukan, catatan tentang laba, jumlah saham yang beredar dan nilai pasarnya.


5.       Perdagangan Saham

Dalam dunia bisnis surat berharga lazim di kenal Perdagangan Marjin (marjin trading) dan penjualan cepat (Short Selling). Kedua jenis perdagangan tersebut melalui broker saham, dan mungkin pihak pedagang tidak memiliki saham, namun bisa pinjam saham dari broker.

Perdagangan Marjin (Margin Trading)
Membeli saham saat ini karena diperkirakan harganya akan naik dimasa mendatang . Misal tuan A ingin memberi saham 10 lembar,haraga per lembar Rp 1.000 Dalam waktu satu tahun harganya naik menjadi Rp 1.200 per lembar,komisi broker 5 %,maka laba tuan A: 

Pembelian saham 10 saham x Rp 1000                                            = Rp 10000
Komisi broken 5% x Rp 10.000                                                            = Rp     500
Jumlah Investasi                                                                                                      = Rp 10.500
Penjualan saham 10 saham x Rp 1.200                                            = Rp 12.000
Komisi broken 5% x Rp 12.000                                                            = Rp      600
Pendapatan                                                                                                                              = Rp 11.400
Pengeluaran Investasi                                                                                                           = Rp 10.500
Retur on Investment atau ROI                                                                                              = Rp      900
Presentase ROI = ( Rp900/Rp 10.000)x100%                                                  = 8,57%

6.       Penjualan Cepat (Short Selling)

Menujal saham saat ini karena diperkirakan harganya akan turun di masa mendatang. Misal tuan A ingin menjual saham 10 lembar, haraga per lembar Rp 1000. dalam waktu satu tahu harganya turun menjadi Rp 800 per lembar, komisi broken 5, maka laba Tuan A:

Pembelian saham 10 saham x Rp 1000                                            = Rp 10000
Komisi broken 5% x Rp 10.000                                                            = Rp     500
Jumlah Penerimaan                                                                               = Rp   9.500
Penjualan saham 10 saham x Rp 800                                                = Rp   8.000
Komisi broken 5% x Rp 800                                                 = Rp      400
Jumlah Pengeluaran                                                                              = Rp   8.400
Jumlah Penerimaan                                                                               = Rp   9.500
Retur on Investment atau ROI                                                              = Rp    1.100
Presentase ROI = ( Rp1.100/Rp 9.500)x100%                 = 11,58%

7.       Manfaat Pasar Bursa

1)           Pasar burasa surat berharga dapat memperlancar proses investasi dengan biaya yang murah dan efisien.
2)          Pasar bursa mampu menguji nilai dari surat berharga dengan mengadakan transaksi jual beli kontiniu.
3)          Pasar Bursa dapat membantu mensatbilkan harga surat berharga.
4)         Pasar bursa surat berharga membantu dan memperlancar proses penjualan saham baru.

No comments:

Post a Comment